Ringkasan Cepat:
- Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi menyatakan tidak ikut bursa calon Ketua Umum PBNU
- Keputusan disampaikan di sela Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jumat (28/8/2026)
- Kemenag sebelumnya membantah isu hoax bahwa Nasaruddin mengundurkan diri dari jabatan Menag
Jombang, 29 Agustus 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan tidak akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jumat (28/8/2026). Ia memilih berkonsentrasi menjalankan tugas negara sebagai Menag sambil membantu Presiden Prabowo Subianto membina kerukunan umat beragama, meski dukungan dari sejumlah kiai dan muktamirin sempat mengarah ke namanya.
Siapa Nasaruddin Umar?

Namanya sempat masuk bursa bukan tanpa alasan. Nasaruddin Umar, lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959, dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal sejak 2016 sekaligus Guru Besar Tafsir Al-Quran di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebelum menjabat Menag di Kabinet Merah Putih sejak Oktober 2024, ia pernah menjadi Wakil Menteri Agama pada 2011–2014 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Di internal NU sendiri, Nasaruddin bukan orang baru. Ia tercatat pernah menjadi salah satu Rais di jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, posisi struktural yang membuat sejumlah kiai dan muktamirin menilai wajar bila namanya diproyeksikan untuk maju sebagai Ketum. Latar belakang akademik dan jaringan pesantrennya itulah yang membuat dukungan ke arahnya sempat menguat menjelang Muktamar ke-35.
Mengapa Ini Penting?

Keputusan Nasaruddin untuk tidak maju penting karena menegaskan batas antara jabatan struktural pemerintah dan kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia — sebuah isu yang selalu sensitif setiap kali Muktamar NU digelar menjelang tahun-tahun politik. Pemilihan Ketum PBNU periode 2026–2031 sendiri berlangsung lewat mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yakni sembilan kiai sepuh yang ditunjuk untuk menetapkan Rais Aam sekaligus turut menentukan proses suksesi Ketua Umum, bukan pemungutan suara terbuka seperti muktamar-muktamar sebelumnya.
Keputusan ini juga menepis spekulasi lain yang lebih serius. Sehari sebelumnya, beredar kabar bahwa Nasaruddin telah menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatan Menag. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar menegaskan kabar itu tidak benar.
“Itu hoax. Tidak benar Prof. Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya.”
— Thobib Al Asyhar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, 26 Agustus 2026
Konfirmasi ini sejalan dengan langkah pemerintahan Prabowo yang belakangan cukup ketat mengevaluasi jabatan-jabatan strategis, sehingga isu pengunduran diri seorang menteri sempat cepat dipercaya publik sebelum akhirnya dibantah resmi.
Reaksi dan Dampak

Nasaruddin sendiri menjelaskan alasannya secara langsung kepada wartawan di sela Muktamar.
“Tidak maju. Saya fokus menjadi Menteri Agama.”
— Nasaruddin Umar, Menteri Agama, Kamis (27/8/2026)
Ia menambahkan bahwa tanggung jawab sebagai Menag terlalu luas untuk dibagi dengan agenda organisasi, dan menilai pilihan ini justru yang terbaik baik bagi Kemenag maupun bagi NU sendiri. Nasaruddin juga meminta maaf kepada para pendukungnya dari berbagai daerah yang sempat berharap ia maju, sembari menegaskan keputusan ini bukan berarti ia mengesampingkan NU.
Ketua Umum PBNU petahana KH Yahya Cholil Staquf, atau Gus Yahya, merespons keputusan tersebut sebagai pilihan pribadi yang patut dihormati. Dengan mundurnya Nasaruddin dari bursa, perhatian kini beralih ke kandidat lain, sementara Gus Yahya sendiri disebut berpeluang kembali maju untuk periode kedua. Dinamika bursa Ketum ini turut mewarnai agenda besar lain di Muktamar, termasuk pembahasan kebijakan pengelolaan sumber daya strategis pemerintah yang kerap menjadi materi diskusi tokoh-tokoh ormas dengan pejabat negara.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| Rabu, 26/8/2026 | Kemenag membantah kabar hoax pengunduran diri Nasaruddin Umar sebagai Menag | Kemenag (Thobib Al Asyhar) |
| Kamis, 27/8/2026 | Presiden Prabowo membuka resmi Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Jombang | NU Online / MUI |
| Kamis malam, 27/8/2026 | Nasaruddin nyatakan langsung ke wartawan tidak akan maju Ketum PBNU | visioner.id |
| Jumat, 28/8/2026 | Pernyataan resmi tertulis Nasaruddin, sekaligus permintaan maaf ke pendukung | Kemenag / NU Online Jateng, Tirto |
| Sabtu, 29/8/2026 | Sidang Pleno V — pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 | Kompas / NU Online |
| Minggu, 30/8/2026 | Penutupan resmi Muktamar ke-35 NU | NU Online |
Apa Selanjutnya?
Dengan Nasaruddin resmi keluar dari bursa, hasil Sidang Pleno V pada Sabtu malam akan menentukan siapa yang memimpin PBNU untuk lima tahun ke depan. Siapa pun yang terpilih akan langsung dihadapkan pada agenda besar organisasi menjelang tahun-tahun politik nasional berikutnya. Kemenag sendiri, di bawah Nasaruddin, kemungkinan akan melanjutkan fokus program penguatan kerukunan umat beragama dan pendidikan agama yang selama ini menjadi prioritasnya — sejalan dengan pola seleksi dan penempatan personel di sektor pelayanan publik pemerintah yang juga tengah berjalan paralel di berbagai kementerian.
Pertanyaan Seputar Topik Ini
Kenapa Nasaruddin Umar tidak maju jadi Ketum PBNU?
Ia menilai tugas sebagai Menteri Agama terlalu berat dan luas untuk dibagi dengan kepemimpinan organisasi, sehingga memilih fokus penuh membantu Presiden Prabowo di Kemenag.
Apakah Nasaruddin Umar mundur dari jabatan Menag?
Tidak. Kabar pengunduran diri itu sudah dibantah resmi oleh Kemenag sebagai hoax pada 26 Agustus 2026.
Kapan Ketua Umum PBNU baru diumumkan?
Pemilihan berlangsung dalam Sidang Pleno V pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Artikel ini ditulis oleh Redaksi Kevindiks.